Rabu, 12 Oktober 2011

Bis Malam Penasaran

Ini cerita gue 3 tahun yg lalu..

Saat itu gue sedang dalam perjalanan menuju jakarta, dan gue memilih menggunakan bis malam untuk menghemat ongkos ketimbang harus terbang menggunakan pesawat Jogjakarta - Jakarta yg tiket ekonominya aja bisa membuat beberapa lembar "kertas merah" di dompet gue melayang.

Di tengah perjalanan, bis gue singgah di salah satu terminal transit yg bisa gue bilag ga gede-gede banget dan ga bisa gue bilang kecil-kecil banget juga (bingung kan lo), dalem hati gue bilang "ngapain juga nii bis pake berenti di terminal kaya gini? apa yg mau diangkut coba? jangan kan penumpang bahkan tanda-tanda kehidupan aja ga ada". Cukup lama juga bis gue ngetem di teminal padat penumpang ini, sampe akhirnya..........

Seorang Kakek tua renta menaiki bis gue dengan kardus berukuran sedang berisi buku-buku yg erat dalam gendongannya. Yap, ternyata Kakek-kakek itu adalah seorang penjual buku yg mungkin akan menawarkan buku dagangannya di bis ini. Sikap Kakek itu begitu dingin dan ia mulai menawarkan buku-bukunya kepada para penumpang yg sebenarnya sebagian dari mereka sedang lelap dalam tidurnya. Entah kenapa gue pun terus memperhatikan si Kakek ini seolah mata gue lagi kepincut sama cewek sexy yg lagi berjemur di pinggir pantai dan cuma pake linjery doang *astagadragon* .. si Kakek menawarkan barang dagangannya itu tanpa mengucapkan sepatah katapun seperti penjual pada umumnya, dia hanya memperlihatkan beberapa buku yg digenggamnya.

Gue pun yg duduk hampir paling belakang ini tak luput dari pandangannya, dan ia pun semakin menuju ke tempat dimana gue duduk. Gue mencoba bersikap wajar ketika si Kakek itu tepat berada di sebelah gue, ia sedikit membungkukan badannya dan ia pun bicara. Tuhan,dia bicara sama gue!! #mampusgue

Kakek: "kamu memiliki bakat menjadi seorang penuis, Nak!!"
Gue: "oh, tapi sayangnya saya ga berminat menjadi penulis, Kek.."
Kakek: "tapi saya yakin kamu adalah orang yg memiliki rasa penasaran yg cukup tinggi dan selalu ingin tahu segala sesuatu.." kata si Kakek lirih..
Gue: ".........." busetdah nih Kakek, ternyata selain pedagang gue rasa dia juga seorang pedukun.
Kakek: "saya tahu dari cara kamu memperhatikan saya dari tadi.."
Gue: "maaf, Kek. Bukan maksud saya untuk memperhatikan...."
Kakek: "ahhh, ga apa-apa kok..." si Kakek menyambar dan memotong omongan gue.

Tiba-tiba si Kakek mengeluarkan sebuah buku dari dalam kardus kecil dagangannya itu..

Kakek: "saya punya buku yg bagus sekali buat kamu baca.."
Gue: "buku apa, Kek?"
Kakek: "buku ini adalah buku best seller yg banyak dicari orang karena fenomenalnya.."
Gue: "masa sih?" gue mulai penasaran tapi masih percaya ga percaya.
Kakek: "buku ini ditulis oleh sang Penulis di atas bis malam yg sedang ditumpanginya setelah bis itu mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam jurang. Semua penumpang mati seketika, kecuali Si Penulis itu yg akhirnya pun meninggal setelah ia menuliskan kisah yg terjadi di atas bis malang tersebut". Ujar si Kakek.
Gue: "....................." #merindingdisko
Kakek: "kalau kamu mau, kebetulan ini tinggal satu-satunya yg saya punya.."

Gue yang kebetulan pada saat itu ga bisa tidurpun semakin penasaran sama ini buku, dan gue pun berniat buat membelinya.. (insomnia gue pun di sponsori oleh sebuah buku horor pada malam itu)

Gue: "berapa Kek, harganya?"
Kakek: "seratus lima puluh ribu, Nak!!"
Gue: sontak gue kaget dan setengah teriak gue bilang, "hhaaaahhhh.......madikipe, yg bener ajaa!!!"

Untungnya suara gue itu ga bikin bangun sebagian penumpang yg emang lagi asik banget bergelut sama iler-ilernya. Kalau ga, bisa-bisa gue digebugin orang satu bis dan dilempar bareng-bareng keluar jendela dalam hitungan satuuu........duaa.......tigaaa......eeeaaaaaaa!!!!!!! #merindingdisko2

Gue: "Kek, yg bener aja masa harganya hampir nyaingin harga tiket pesawat ekonomi tujuan Jakarta?"
Kakek: "yaa, namanya juga buku best seller yg banyak dicari orang.."
Gue: ".................." lagi mikir.
Kakek: "saya ga maksa untuk beli lho.."
Gue: "iya sih....."

Akhirnya karena rasa penasaran gue yg pengen tahu lebih jauh tentang kisah yg diceritain si penulis itu, gue memutuskan untuk membeli buku itu dan merelakan beberapa lembar "kertas biru" gue melayang. Begitu buku itu udah di tangan gue sekilas gue baca judul di cover depannya yg bertuliskan....

..Bis Malam Penasaran..


Gila ga sih, dari judulnya aja udah ga banget, yaa sedikit horor sih (sedikit lho yaa)..!! Menurut penuturan si Kakek, kabarnya semua orang yang baca buku ini "SHOCK" banget waktu baca ending ceritanya. Setelah melalui beberapa perdebatan (lebih tepatnya sih nego harga) akhirnya, gue ngalah dan fix beli buku yg judulnya horor banget itu sukses bikin rasa penasaran gue memuncak dan harus bener-bener mengikhlaskan uang Seratus Lima Puluh Ribu gue resmi jadi miliknya si Kakek penjual buku.


Transaksi pun terjadi di atas bis malam yg gue tumpangi, entah kenapa ketika gue ngasih duit itu ke si Kakek tiba-tiba petir menggelegar (anjrit, horor banget ga sih), angin bertiup kencang seraya si Kakek melangkahkan kakinya turun dari bis. Berhubung gue duduk di bangku yg hampir paling belakang, jadi gue masih bisa melihat si Kakek berjalan menuju pintu turun belakang bis. Tiba-tiba si Kakek menghentikan langkahnya dan menolehkan wajahnya perlahan dan kembali menatap gue dengan sorot matanya yg tajam (setajam SILET, kayak acara infotainment). Ketika ia berhasil menatap gue lagi, dia berbicara lirih bahkan gue hampir ga bisa mendengarnya.

Kakek "Nak, apapun yg terjadi..jangan pernah membuka halaman terakhir!!" Ujar si Kakek lirih.
Gue: ".................." Cuma diem aja dan ga bisa ngomong apa.
Kakek: "Ingat!!! apapun yg terjadi harap jangan buka halaman terakhir atau kau akan menyesal seumur hidupmu dan aku tak akan bisa bertanggung jawab atas itu.." #merindingdisko3 

Jantung gue mendadak berdegub 120 km/jam cepatnya (mungkin bisa ngalahin M Schumacher saat di tikungan), saking takutnya gue sampe ga sanggup menganggukan kepala ke si Kakek hingga si Kakek turun dari bis dan ngilang di kegelapan.

Akhirnya, bis gue jalan juga dari terminal sialan itu setelah hampir setengah jam ngetem nungguin penumpang yg ga ada dan sukses bikin si Kakek itu naik ke bis dan merampas secara resmi beberapa lembar kertas biru dari dompet gue. Butuh waktu hampir satu jam buat gue untuk memutuskan baca buku itu atau ga, selepas dari terminal tadi gue cuma asik memandangi buku bertuliskan judul "Bis Malam Penasaran" seharga Rp.150.000,-. Akhirnya, selama kurang lebih satu jam gue memutuskan untuk membaca buku itu di atas bis yg tengah berjalan (itung-itung nemenin mata gue yg malem itu entah kenapa ga mau merem).

Dalam waktu kurang dari dua setengah jam gue selesai baca buku itu (bukan gue hebat atau lo ngira gue kutu buku, tapi emang bukunya aja yg ga setebel harganya). Saat gue selesai membaca buku itu (kecuali halaman terakhirnya) gue liat jam tepat jam 00.00 dan memang benar seperti yang dikatakan si Kakek, buku itu emang bener-bener menegangkan dan cukup berhasil bikin bulu kuduk gue berdiri. Bis melaju kencang, hujan deras pula, kilat menyambar bergantian, terdengar pula gemuruh petir menggelegar. Gue melihat sekitar dan ternyata seisi bis tengah tertidur lelap semua (kecuali supir, gila aja kalo sampe tidur juga). Keadaan ini persis seperti apa yg ditulis sama penulis di dalam buku yg baru aja selesai gue baca. #merindingdiskomencapaipuncaknya


Dalam buku itu di tulis di bagian akhir, sesaat sebelum bis tersebut mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang Si Penulis sempat melihat sekitar dan mendapati seisi bis tengah tertidur lelap (tapi dia ga nulis apa supirnya tidur juga atau ga). Saat itu bis sedang melaju kencang dan turun pula hujan beringan dengan petir yg menggelegar. Gue langsung mendadak flashback dan inget kata pertama yg diucapkan sama si Kakek itu, "kamu memiliki bakat menjadi seorang penulis, Nak!!" #mampuskangue 


Sadar akan kejadian yg gue alami sama persis kaya yg ditulis di buku, alhasil gue pun panik dan saking paniknya gue mikir (itu penulis kurang ajar banget sih nulis cerita yg sama persis gini, jangan-jangan dia udah tau kalo gue bakal mati sama persis kaya dia). Tapi gue belom tau kelanjutan cerita itu, bagaimana setelah si penulis menyadari bahwa seisi bis tengah tertidur lelap semua dan ada kejadian apa setelah itu? Dan jawabannya ada di halaman terakhir yg belom gue baca. Gue aga ragu antara baca atau ga ya?, gue juga inget sama omongan si Kakek, "Ingat!!! apapun yg terjadi harap jangan buka halaman terakhir atau kau akan menyesal seumur hidupmu dan aku tak akan bisa bertanggung jawab atas itu.."


Semua menjadi begitu dilematis, tapi gue tahu mungkin nasib gue ada di halaman terakhir yg belom gue baca. Buktinya menurut penuturan si Kakek Si Penulis adalah satu-satunya orang yg selamat setelah kecelakaan maut itu sampai akhirnya dia meninggal setelah menuliskan kisahnya tentang apa yg terjadi di atas bis yg ditumpanginya. Gue yakin cara dia bisa selamat ada di lembar terakhir yg belom gue baca itu, dan mungkin kalo gue ga menuliskan kisah gue di atas bis ini kaya Si Penulis itu gue akan tetep selamat.


Gue semakin bimbang, antara rasa penasaran dan takut berbaur jadi satu.Gue sesaat melihat lagi keadaan di dalam bis dan melihat semua masih tertidur dengan lelapnya, kemudian gue pun melihat keluar dan hujan semakin deras, laju bis makin kencang, kilat makin menyambar dan petir makin menggelegar. Akhirnya, fix gue putuskan untuk membaca halaman terakhir dari buku itu. Perasaan gue bener-bener berkecamuk saat itu, tapi nasib gue bergantung pada halaman terakhir dari buku ini. Gue pun mulai merasakan tangan gue gemeter pas megang halaman terakhir buku itu dan mulai membukanya secara perlahan.....

Dan akhirnya, yang tampak hanyalah lembaran kosong dengan sepotong tulisan di pojok kanan bawah dari halaman tersebut. Sambil nelen ludah dan sangat terpaksa gue membaca tulisan itu dengan lirih....
Bis Malam Penasaran
Penerbit: CV Pustaka Buku
Jenis: Horor
Harga Pas: Rp. 12.500,-
 Dengan perasaan dongkol gue berteriak dalam hati.......dasaaaarrrrrr..........

TUKANG BUKUU SETAAANNN...!!!!!!

1 komentar: